Hukum Berboncengan dengan Orang yang Bukan Mahromnya

Apakah kalau belum mahromnya kita boleh boncengan dengan orang lain?

 

Jawaban:

Membonceng berduaan yang masing-masing bukan mahromnya adalah haram hukumnya. Alasannya adalah;

  1. Keduanya telah berkhalwat atau berduaan dan ikhtilath atau bercampur baur dengan bukan mahromnya.

Perbuatan ini terlarang sebagaimana dalam hadits Nabi sholallohu ‘alahi wasallam.

Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda,

“Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat atau berdua-duaan dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain, Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut karena setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

  1. Perbuatan semacam ini seringkali menjadikan keduanya saling menyentuh dan saling memandang.

Perbuatan ini terlarang. Dari Ma’qil bin Yasar rodhiallohu ‘anhuma bahwa Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda:

“Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya yaitu bukan istri atau mahromnya.” (HR. ath-Thobroni)

Alloh ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka.” (QS. an-Nuur: 30-31)

  1. Perbuatan ini merupakan sarana timbulnya perasaan saling mencintai, yang berujung pada pacaran dan tidak sedikit dari mereka akhirnya jatuh pada perzinahan.

Sesungguhnya Alloh melarang perbuatan zina dan semua sarana yang mengantarkan pada perzinahan. Alloh berfirman;

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro: 32)

Kesimpulannya, seorang wanita tidak boleh membonceng atau berduaan dengan lelaki yang bukan mahromnya atau sebaliknya.

Wallohu a`lam

 

Sumber: Naskah TJS Edisi 161 Nomor 4

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *