Saat Keadaan Junub, Bolehkah Langsung Sholat Tanpa Mandi Dahulu Karena Air Yang Dingin

Bolehkah apabila kita selesai hubungan suami istri melakukan sholat wajib tanpa mandi janabat terlebih dahulu dengan alasan cuaca yang sangat dingin, hanya membersihkan diri dan berwudhu?

 

Jawaban:

Perlu diingat bahwa Diantara syarat sah sholat adalah suci dari hadats besar maupun kecil. Dari Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda,

“Sholat tidak akan diterima jika dikerjakan tanpa bersuci.” (HR. Muslim 224, Nasai 139, Abu Daud 59, dan yang lainnya).

Kemudian, ulama juga sepakat, bahwa orang yang sholat dalam keadaan berhadas, sholatnya tidak sah, baik dia sadar maupun tidak sadar.

An-Nawawi  menegaskan, (dalam kitab al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 2/67) bahwa Kaum muslimin sepakat tentang haramnya sholat bagi orang yang berhadats. Mereka juga sepakat sholat yang dikerjakan orang yang hadats tidak sah, baik dia sadar dirinya hadats atau dia tidak sadar, atau dia lupa.

Hanya saja, jika dia sholat karena tidak tahu dirinya berhadats atau karena lupa, dia tidak berdosa. Dan jika dia tahu sedang berhadats dan tahu haramnya sholat dalam keadaan hadats, berarti dia telah melakukan dosa besar.

Jadi, wajib bagi seorang muslim untuk mandi ketika ia junub sebelum melakukan sholat. Dan jika ia melakukan sholat, sementara ia belum mensucikan hadats besarnya dengan mandi janabah maka sholatnya tidak sah.

Namun jika ia sedang sakit atau tidak menemukan air untuk mandi janabah, maka ia boleh bertayamum berdasarkan firman Alloh,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka wudhulah: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang suci; usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.. (QS. Al-Maidah: 6).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa hanya ada dua keadaan yang menyebabkan seseorang tidak memungkinkan menggunakan air untuk berwudhu atau pun mandi janabah,

  1. Karena sakit
  2. Karena tidak menjumpai air ketika safar

Sedangkan jika alasannya hanya terlalu dingin, maka ia boleh menghangatkan air dengan api. Yang jelas selama tidak membahayakan tubuh dan jiwanya maka seorang muslim wajib mandi janabah ketika junub sebelum ia sholat.

Wallohu a’lam.

 

Sumber: TJS EDISI 84 Nomor 4

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *