Adakah Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Jum’at

Apakah sunah qobla dan ba’da jum’at itu ada?

 

Jawaban:

Sholat qobliyah jum’at tidak ada dan tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam.

Adapun yang disyari’atkan adalah Sholat sunnah mutlak sebelum khotib naik mimbar dalam sholat jum’at. Dimana hal ini termasuk di antara tuntunan para sahabat Nabi. Dan Sholat sunnah ini dimulai sejak dia masuk masjid sampai khatib naik mimbar.

Dalilnya adalah hadits Dari Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, dari Nabi sholallohu ‘alahi wasallam, beliau bersabda,

Barangsiapa yang mandi, kemudian berangkat ke masjid untuk shalat Jumat, kemudian shalat sunnah sesuai dengan yang dia kehendaki, kemudian diam (mendengarkan khutbah) sampai khutbah selesai, kemudian shalat bersama imam, maka dia diampuni antara hari Jumat tersebut sampai Jumat depan ditambah tiga hari.(HR. Muslim).

Sedangkan shalat sunnah Ba’diyah Jum’at itu di syari’atkan dan jumlahnya empat rakaat, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Nabi pernah bersabda:

Jika salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat Jum’at, maka hendaklah dia mengerjakan shalat empat rakaat setelahnya.” (HR. Muslim)

Dan jika mau, dia juga boleh mengerjakan dua rakaat saja. Hal ini didasarkan pada riwayat al-Bukhori dan Muslim dari Ibnu ‘Umar rodhiallohu ‘anhu, di mana dia berkata,

Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam tidak mengerjakan shalat sunnah setelah Jum’at sehingga beliau pulang, lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat di rumah beliau.(HR. al-Bukhori dan Muslim)

Sementara itu, menjama’ dua hadits tersebut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh mengatakan,

“Jika mengerjakan shalat sunnah di masjid, beliau mengerjakan empat rakaat. Dan jika mengerjakan shalat sunnah di rumahnya, maka beliau mengerjakannya dua rakaat.” [Dinukil oleh muridnya, Ibnul Qayyim di dalam kitab Zaadul Ma’aad]

Kemudian perlu diketahui pula bahwa dimakruhkan menyambung shalat Jum’at dengan shalat sunnah Ba’diyah tanpa pemisah, seperti pembicaraan (dzikir) atau keluar dari masjid di antara keduanya.

Sebagaimana Telah diriwayatkan oleh Muslim dari as-Sa’ib rodhiallohu ‘anhu, dia berkata,

Aku pernah mengerjakan shalat Jum’at bersama Mu’awiyah di dalam maqshurah .[Maqshurah adalah sebuah ruangan yang dibangun di dalam masjid.] Setelah imam mengucapkan salam, aku langsung berdiri di tempatku semula untuk kemudian mengerjakan shalat, sehingga ketika dia masuk dia mengutus seseorang kepadaku seraya berkata, “Janganlah engkau mengulangi perbuatan itu lagi. Jika engkau telah mengerjakan shalat Jum’at, maka janganlah engkau menyambungnya dengan suatu shalat sehingga engkau berbicara atau keluar (dari tempatmu), karena sesungguhnya Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan hal tersebut kepada kita, yaitu tidak menyambung shalat Jum’at dengan shalat lainnya sehingga kita berbicara atau keluar.[HR Muslim]

 

Sumber: TJS Edisi 85 Nomor 7

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *