Meninggalkan Sholat Berjama’ah di Masjid untuk Berjama’ah di Rumah

Bagaimana seorang suami meninggalkan sholat berjamaah di mesjid dan melaksanakan di rumah untuk menjadi imam di rumah sama anak dan istri?

 

Jawaban:

Dengan dalih supaya anggota keluarga, utamanya anak-anak terkontrol sholatnya, atau melatih si kecil agar mengenal ibadah sholat sejak dini, maka muncullah gejala menyediakan ruang di dalam rumah yang dikhususkan untuk ibadah, dalam hal ini sholat berjamaah dengan imam sang ayah. Padahal, masjid atau musholla tidak seberapa jauh dari rumah tinggal.

Keputusan sang ayah sebagai pemimpin keluarga, dalam hal ini kurang tepat.

Lantaran syariat telah menetapkan, bahwa pelaksanaan sholat fardhu bagi laki-laki secara berjamaah dilakukan di tempat yang khusus, yaitu masjid. Kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti ketika turun hujan.

Menurut pemahaman para sahabat Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam, bahwasanya hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan sholat berjamaah berlaku di masjid-masjid jami’ atau masjid-masjid umum, bukan di dalam rumah.

Para sahabat berduyun-duyun ke masjid bila ingin memperoleh pahala sholat jamaah, bukan menunaikannya di tempat tinggal mereka. Bila sholat jamaah terlewatkan, baru mereka menjalankan sholat wajib di rumah. Jadi, sholat jamaah mereka hanya di masjid saja.

Sedangkan rumah untuk melaksanakan sholat wajib dan sunnah bagi wanita atau sholat sunnah.

Landasan penjelasan ini ialah hadits Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam:

“Sholat seseorang di jama’ah lebih besar dibandingkan sholatnya di rumah dan pasarnya sebanyak 25 kali lipat. Demikian ini, tatkala ia berwudhu dan mengerjakannya dengan baik, kemudian ia keluar menuju masjid, tidak keluar melainkan untuk mengerjakan sholat jamaah, tidaklah ia melangkahkan kakinya kecuali akan mengangkat derajatnya dan menghapus kesalahannya. Apabila ia sedang menjalankan sholat, maka malaikat akan senantiasa mendoakannya selama ia masih berada di tempat sholatnya dengan doa: ‘Ya Alloh, berikanlah kebaikan baginya. Ya Alloh, rahmatilah dia’. Dan salah seorang dari kalian tetap berada dalam kondisi sholat selama menantikan sholat.” (HR al-Bukhori)

Sabda Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam dalam hadits di atas “kemudian ia keluar menuju ke masjid” merupakan ‘illah atau alasan yang eksplisit dan sangat jelas tertuang dalam hadits, sehingga tidak boleh dikesampingkan.

Adapun dalam masalah mendidik dan melatih anak-anak agar mau menjalankan ibadah sholat, ada cara lain yang telah dicontohkan.

Wallohu a`lam

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *