Tips Melupakan Perbuatan Dosa

Bagaimana caranya agar kita bisa melupakan perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan?

 

Jawaban:

Minimal ada 3 hal yang anda bisa lakukan:

  1. Sibukkan diri anda dengan menuntut ilmu

Di samping memiliki keutamaan yang besar, menuntut ilmu akan menguatkan ilmu dan dan iman anda sehingga anda tidak mudah tergoda lagi dengan maksiat masa lampau, mengisi waktu dengan menuntut ilmu ini juga akan mengurangi perbuatan atau pikiran yang tidak ada gunanya, termasuk maksiat.

  1. Sibukkan diri anda dengan amal sholeh

Seperti shalat wajib dan sunnah, zikir, puasa, membantu orang tua, membaca al-Quran, berbakti di pesantren atau masjid, atau mengikuti kegiatan sosial dan beragam amal sholeh dan hal yang bermanfaat. Dengan menyibukkan amal-amal ini akan memperkecil atau bahkan menghalangi kesempatan untuk berbuat keburukan.

  1. Carilah lingkungan yang Islami dan teman-teman yang sholeh

Lingkungan dan teman sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, jika ia hidup bersama orang-orang yang tidak taat dan tidak ibadah maka lambat laun ia akan terpengaruh, adapun jika ia berada di lingkungan yang baik dan bersama orang-orang taat dan rajin beribadah maka ia akan termotivasi juga untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Diriwayatkan dari Abu Musa rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhori)

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud)

Imam Al-Ghazali rohimahulloh mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Lihat Kitab Tuhfah Al-Ahwadzi)

Teman yang shaleh punya pengaruh untuk menguatkan iman dan terus istiqomah karena kita akan terpengaruh dengan kelakuan baiknya hingga semangat untuk beramal. Sebagaimana kata pepatah Arab,

“Yang namanya sahabat bisa menarik atau mempengaruhi.”

Wallohu a’lam

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *