Suka Bermimpi Bertemu Orang yang Meninggal

Bagaimana kalau suka mimpi bertemu orang yang sudah meninggal.

 

Jawaban:

Seorang ulama pernah ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab;

Terkadang bisa saja hal seperti itu terjadi pada diri seseorang. Ada yang mendatanginya untuk mengingatkannya tentang beberapa permasalahan yang sesuai dengan fakta yang terjadi. Ini adalah hal yang ada dan bisa saja terjadi.

Kejadian ini pernah dialami seorang sahabat yang dijamin masuk surga karena kerendahan hatinya. Beliaulah sahabat Tsabit bin Qois rodhiallohu ‘anhu.

Peristiwa ini terjadi ketika perang Yamamah, menyerang nabi palsu Musailamah Al-Kadzab di zaman Abu Bakr. Dalam peperangan itu, Tsabit termasuk sahabat yang mati syahid. Ketika itu, Tsabit memakai baju besi yang cukup bernilai harganya.

Sampai akhirnya lewatlah seseorang dan menemukan jasad Tsabit. Orang ini mengambil baju besi Tsabit dan membawanya pulang. Setelah peristiwa ini, ada salah seorang mukmin bermimpi, dia didatangi Tsabin bin Qois. Tsabit berpesan kepada si Mukmin dalam mimpi itu:

“Saya wasiatkan kepada kamu, dan jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kosong’ kemudian kamu tidak mempedulikannya. Ketika saya terbunuh, ada seseorang yang melewati jenazahku dan mengambil baju besiku. Tinggalnya di paling pojok sana. Di kemahnya ada kuda yang dia gunakan membantu kegiatannya. Dia meletakkan wadah di atas baju besiku, dan di atasnya ada pelana. Datangi Khalid bin Walid, minta beliau untuk menugaskan orang agar mengambil baju besiku. Dan jika kamu bertemu Khalifah Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam yaitu Abu Bakr, sampaikan bahwa saya punya tanggungan utang sekian dan punya piutang macet sekian. Sementara budakku fulan, statusnya merdeka. Sekali lagi jangan kamu katakan, ‘Ini hanya mimpi kosong’ kemudian kamu tidak mempedulikannya.”

Setelah bangun, orang ini pun menemui Khalid bin Walid rodhiallohu ‘anhu dan menyampaikan kisah mimpinya bertemu Tsabit. Sang panglima, Khalid bin Walid mengutus beberapa orang untuk mengambil baju besi itu, dia memperhatikan kemah yang paling ujung, ternyata ada seekor kuda yang disiapkan.

Mereka melihat isi kemah, ternyata tidak ada orangnya. Merekapun masuk, dan langsung menggeser pelana. Ternyata di bawahnya ada wadah. Kemudian mereka mengangkat wadah itu, ketemulah baju besi itu. Merekapun membawa baju besi itu menghadap Khalid bin Walid.

Setelah sampai Madinah, orang itu menyampaikan mimpinya kepada Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq rodhiallohu ‘anhu, dan beliau membolehkan untuk melaksanakan wasiat Tsabit. Para sahabat mengatakan, “Kami tidak pernah mengetahui ada seorangpun yang wasiatnya dilaksanakan, padahal baru disampaikan setelah orangnya meninggal, selain wasiat Tsabit bin Qais. (HR. Al-Baihaqi)

Namun harus diperhatikan bahwa apabila dalam mimpi tersebut, orang yang ia jumpai dalam mimpi itu memerintahkan suatu ibadah atau ritual atau membawa suatu keyakinan yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat, maka ia tidak boleh melakukan ritual tersebut dan tidak boleh membenarkan keyakinan menyimpang yang ia sampaikan.

Wallohu a’lam

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *