Saat Suami Sulit Dinasihati

Bagaimana caranya menghadapi suami yang hatinya sudah keras? Cara baik sudah, cara kasar sudah, tapi masih saja tidak peduli, saya dah lelah pak ustadz..

 

Jawaban:

Dalam kasus ini, kami perlu mengetahui apa pelanggaran yang dilakukan oleh suami anda.

 

Apabila pelanggaran tersebut berupa dosa-dosa seperti zina, tidak shalat, enggan beribadah, selingkuh, mencuri, judi dan lain sebagainya, maka tugas anda adalah menasehatinya dan berusaha mencegah kemungkaran tersebut.

Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata,

“Aku mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Apabila pelanggaran suami anda adalah menyangkut diri anda seperti sudah tidak cinta, tidak memberi nafkah lahir dan batin, mudah memukul, marah, menyia-nyiakan anak dan lain sebagainya, maka anda pun berhak mengingatkan dan menyampaikannya bahwa suami adalah yang menjadi pemimpin rumah tangga dan harus melaksanakan kewajiban dan memberikan hak-hak kepada istri dan anak.

Namun, apabila semua cara sudah anda tempuh dalam kurun waktu yang cukup lama, baik musyawarah, nasehat, boikot dan lain sebagainya tetapi sama sekali tidak membuat berubah sikap suami anda, maka dalam kondisi ini anda sudah diperbolehkan meminta cerai kepada suami anda. Semoga Alloh memudahkan urusan anda.

Wallohu a`lam

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *