Apa yang Harus Dilakukan ketika Ziarah Kubur?

Apa yang harus saya lakukan ketika ziarah kubur?

 

Jawaban:

Ziarah kubur adalah amalan yang disyariatkan atau dianjurkan oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam.

Berziarah kubur bisa mengingatkan kita kepada kehidupan setelah kematian, mengingatkan kita kepada akhirat dan tentunya menyadarkan kita bahwa kita akan mengalami hal yang sama suatu saat kelak.

Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist, Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian.

Akan tetapi, dalam ziarah kubur ada aturan-aturan yang telah ditentukan oleh syariat. Ada hal yang harus kita lakukan, dan ada hal yang dilarang. Nah, inilah yang harus kita ketahui.

Adapun yang harus dilakukan atau dihindari seseorang yang berziarah kubur adalah:

Pertama. Ketika masuk, sunnah mengucapkan salam kepada mereka yang telah meninggal dunia. Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada para sahabat agar ketika masuk kuburan membaca,

“Semoga keselamatan dicurahkan atasmu wahai para penghuni kubur, dari orang-orang yang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami, jika Alloh menghendaki, akan menyusulmu. Aku memohon kepada Alloh agar memberikan keselamatan kepada kami dan kamu sekalian (dari siksa).” (HR Muslim)

Kedua. Tidak duduk di atas kuburan, serta tidak menginjaknya, hal ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam :

“Janganlah kalian sholat (menghadap) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR. Muslim)

Ketiga. Tidak melakukan thowaf sekeliling kuburan dengan niat untuk ber-taqorrub (ibadah). Karena thowaf hanyalah dilakukan di sekeliling Ka’bah.

Alloh berfirman,

“Dan hendaklah mereka melakukan thowaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka’bah).” (QS. AI-Hajj: 29)

Keempat. Tidak membaca Al-Qur’an di kuburan. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan berlari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqoroh.” (HR. Muslim)

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca Al-Quran. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits tentang membaca Al-Quran di kuburan adalah tidak shohih.

Kelima. Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar.

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Alloh, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang Zholim.” (QS. Yunus: 106)

Zholim dalam ayat ini berarti musyrik.

Wallohu a’lam.

 

Sumber: TJS Edisi 79 Nomor 5

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *