Penyebab Seseorang Masih Gemar Bermaksiat Kepada Alloh, Padahal Sudah Sering Mendengarkan Murottal dan Kajian

Saya mau nanya, apa penyebab orang itu selalu bermaksiat kepada alloh, padahal sudah sering mendengarkan murottal dan kajian dengan ustadz?

 

Jawaban:

Ini sudah menjadi sumpah iblis yang diabadikan oleh Alloh dalam Al-Quran, dimana iblis akan senantiasa menggoda manusia dan menjerumuskannya ke dalam dosa dan kemaksiatan.

Ketika iblis diusir oleh Alloh, dia bersumpah akan menggoda manusia dari segala arah.
Alloh berfirman:

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al-A’raf: 1617)

Ibn Al-Qoyyim menyebutkan enam cara yang dilakukan oleh setan dalam menggoda manusia supaya tersesat:

Pertama, setan membujuk manusia agar mengingkari Alloh atau menyekutukan-Nya.
Jika tidak berhasil, dia beralih pada cara yang kedua.

Setan membujuk manusia agar melakukan bid’ah yang sesat. Jika manusia berpegang teguh pada Sunnah, setan beralih pada cara yang ketiga.

Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar. Jika manusia terjaga dari dosa besar, setan beralih pada cara yang keempat.

Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Jika manusia terhindar dari dosa kecil, misalnya segera bertobat ketika menyadari dosa kecil yang dilakukannya,
setan segera beralih pada cara yang kelima.

Setan menggoda manusia dengan perbuatan-perbuatan yang tiada berguna. Manusia dibujuk untuk menghabiskan waktunya dengan perbuatan yang sia-sia sehingga meninggalkan perbuatan yang berguna.

Setan menggoda manusia agar sibuk dengan perkara-perkara yang baik tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih baik.

Contohnya, seseorang disibukkan dengan ibadah-ibadah sunnah tetapi mengabaikan ibadah fardhunya.

Agar tidak mudah jatuh dalam maksiat minimal ada 3 hal yang bisa lakukan:

Satu, menyibukkan diri dengan menuntut ilmu
Di samping memiliki keutamaan yang besar, menuntut ilmu akan menguatkan ilmu dan dan iman sehingga tidak mudah tergoda lagi dengan maksiat, mengisi waktu dengan menuntut ilmu ini juga akan mengurangi perbuatan atau pikiran yang tidak ada gunanya termasuk maksiat.

Dua, menyibukkan diri dengan amal shaleh

Seperti shalat wajib dan sunnah, zikir, puasa, membantu orang tua, membaca al-Quran, berbakti di pesantren atau masjid, atau mengikuti kegiatan sosial dan beragam amal shaleh dan hal yang bermanfaat.
Dengan menyibukkan amal-amal ini akan memperkecil atau bahkan menghalangi kesempatan untuk berbuat keburukan.

Tiga, carilah lingkungan yang Islami dan teman-teman yang shaleh

Lingkungan dan teman sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, jika ia hidup bersama orang-orang yang tidak taat dan tidak ibadah maka lambat laun ia akan terpengaruh,
adapun jika ia berada di lingkungan yang baik dan bersama orang-orang taat dan rajin beribadah maka ia akan termotivasi juga untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Diriwayatkan dari Abu Musa rodhiallohu anhu, Nabi sholallohu ‘alahi wasallam bersabda,

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhori)

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu, Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda,

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya.
Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.”
(HR. Abu Daud)

Wallohu a`lam

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *