Betulkah Ada Roh yang Bergentayangan selama 40 Hari Setelah Ia Meninggal?

Apa benar pa ustad roh manusia yang baru meninggal selama masih jangka waktu 40 hari rohnya masih ada di dunia?

 

Jawaban:
Kematian yang merupakan perpisahan antara ruh dari jasadnya pasti akan dialami setiap makhluk-Nya yang berjiwa.

 

Tidak seorang pun mampu menghindar atau lari darinya walau hanya sekedar meminta untuk ditunda sesaat saja.

Kematian merupakan perpindahan dari alam dunia menuju alam akherat, sebagaimana diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan rodhiallohu anhu, apabila berdiri di hadapan sebuah kuburan maka ia pun menangis hingga membasahi jenggotnya.

Dia ditanya, ‘Apabila engkau diingatkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis akan tetapi engkau menangis karena kuburan ini.’ Dia pun menjawab, ‘Sesungguhnya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya kuburan adalah tempat pertama dari tempat-tempat akherat. Apabila dia selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan apabila dia tidak selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih berat darinya.’” (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadits lain yang diriwayatkan dari al-Barro bin ‘Azib bahwasanya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Berlindunglah kalian kepada Alloh dari adzab kubur —beliau menyebutkan 2 atau 3 kali— kemudian berkata, ‘Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir hidupnya di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk di sisinya sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan, “Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Alloh dan keridhoan-Nya.’

Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat yang lain tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’

Beliau sholallohu ‘alahi wasallam berkata, ‘Mereka kemudian naik ke langit dengan membawa ruh orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya, ‘Ruh yang baik siapa ini?’

Mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan pintu baginya, maka dibukalah pintu itu bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Alloh mengatakan, “Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungguhnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.”

Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya, ‘Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab, ‘Tuhanku Alloh.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ dia menjawab, ‘Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya, ‘Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab, ‘Dia adalah Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam.’

Keduanya bertanya lagi, ‘Apa ilmumu?’ dia menjawab, ‘Aku membaca Al Qur’an, Kitab Alloh, aku mengimaninya dan membenarkannya.’ Terdengarlah suara yang memanggil dari langit, ‘Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah suatu hamparan dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’

Beliau sholallohu ‘alahi wasallam bersabda, ‘maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda, ‘Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan, ‘Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang yang beriman itu mengatakan, ‘Siapa engkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan.’ dia menjawab, ‘Aku adalah amal sholehmu.’ Orang itu mengatakan, ‘Wahai Alloh, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.’

Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir hidupnya di dunia akan akan mengawali akhiratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk di sisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan,‘Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Alloh.’

Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat maut pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka malaikat lain tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya di kain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang menyebar di permukaan bumi.

Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya, ‘Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’

Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan pintu baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam membaca firman-Nya, “Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.”

Kemudian Alloh berkata, “Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau membaca, “Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Alloh, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.” Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab, ‘a..a… aku tidak tahu.’

Keduanya bertanya. ‘Apa agamamu?’ dia menjawab, ‘a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya, ‘Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab, ‘a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit, ‘Karena pendustaannya maka hamparkanlah suatu hamparan dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.

Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan, ‘Bergembiralah kamu di hari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata, ‘Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kejahatan?’ Dia menjawab, ‘Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata, ‘Wahai Alloh janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad)

Di dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa setiap manusia yang menemui kematian maka ruhnya akan dibawa ke langit untuk kemudian dia mengetahui di mana tempatnya kelak, apakah di surga atau di neraka, dan setelah itu dirinya akan dikembalikan ke bumi untuk dipertemukan kembali dengan jasadnya di kuburnya.

Untuk kemudian mereka akan mengalami fitnah kubur berupa pertanyaan yang berujung kepada nikmat atau adzab kubur di alam barzakh hingga hari kiamat.

Jadi tidak ada nash atau dalil yang menjelaskan bahwa ruh seorang yang meninggal masih berada di sekitar rumah hingga 40 hari, akan tetapi ruh itu akan kembali berada di jasadnya di alam barzakh untuk mendapatkan nikmat atau siksa kubur hingga hari kiamat.

Wallohu a`lam

 

Sumber: Naskah TJS EDISI 157 NOMOR 2

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *