Menyikapi Suami yang Malas Bekerja

Bagaimana menyikapi suami yang tidak semangat bekerja, mentang-mentang istrinya bekerja pendapatan lebih besar istri dari pada suami?

 

Jawaban:

Istri harus menasehati dan menyampaikan kepada suami bahwa yang wajib mencari nafkah dalam keluarga adalah suami bukan istri, dan kewajiban ini telah ditetapkan oleh Al-Quran dan hadits.

Alloh berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka yaitu laki-laki atas sebagian yang lain yaitu wanita dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

Ketika menafsirkan ayat dia atas, Imam Ibnu Katsir berkata, “(Dengan sebab harta yang mereka belanjakan) berupa mahar, nafkah dan tanggungan yang Alloh Azza wa Jalla wajibkan atas mereka, seperti tersebut dalam Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, maka, pria lebih utama daripada wanita serta memiliki kelebihan dan keunggulan di atas wanita, sehingga pantas menjadi pemimpin bagi wanita.”

Alloh ta’ala juga berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” (QS. Al-Baqoroh: 233)

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata, “Artinya menjadi kewajiban bagi bapak si anak untuk menafkahi dan memberi pakaian kepada ibu-ibu yang menyusui dengan cara yang baik-baik. Maksudnya sesuai dengan kebiasaan yang berlaku untuk wanita seperti mereka di negeri mereka, tanpa berlebihan atau terlalu sedikit, menurut kemampuan atau ekonomi si bapak: kaya, sedang, atau kurang mampu.

Rosululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda:
“Dan hak mereka yaitu istri-istri atas kalian adalah menafkahi mereka dan menyandangi mereka dengan cara-cara yang baik.” (HR. Muslim)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *